Postingan

Tentang Buku Harian dan Kisah yang Disimpannya

Gambar
I'm a sort of person who cherishes memory of a moment more than anything.
So that's why I always keep records of it. Always. How?
By writing it in a journal book.

-----------------------------
Aku ingat betul, dulu saat aku masih belum sekolah, aku sudah mulai menulis buku harian. Topik pembahasannya pun tergolong random, mulai dari kangen bapak yang waktu  itu kerja di Kalimantan, bermain bakar-bakaran sampah bersama anak tetangga, manjat portal dekat pos satpam, sampai nemu kucing mati di tempat sampah. Masa laluku suram sekali kan, Kawan? Lalu aku ingat saat mulai masuk TK, aku cerita soal serunya main kejar-kejaran, bentengan, gobak sodor, dan betapa menyenangkannya pelajaran berenang setiap hari Sabtu. Memasuki masa SD juga begitu. Aku ceritakan semuanya mulai dari hal remeh temeh hingga rahasia anak sekelas yang seharusnya disembunyikan (termasuk dari buku harian). SMP, aku masuk pondok pesantren. Disinilah aku banyak mendapat pengalaman berharga yang bisa menongkrak mu…

Tentang Seorang Teman

Gambar
Pic Source: Salome Sally
Dari matanya, ia menyaksikan semuanya.
Kebajikan buatan yang berada dalam satu tubuh bersama kebusukan manusia.
Besi berkarat yang dibalut emas dengan celah-celah yang kelihatan 'maksa'.

Karena kenapa?
Karena ia tahu sekaligus muak, melihat orang yang merasa dirinya 'baik', sementara justru hal itulah yang membuatnya hina.

Apakah pernah terpikirkan olehmu bahwa semua yang kita lihat sekarang bukanlah yang sebenarnya terjadi?
Apakah pernah terpikirkan olehmu bahwasanya jauh melampaui apa yang bisa dijangkau pandanganmu, terdapat sekat yang memisahkan antara asumsi dan realita?
Maksudku, realita yang benar-benar realita.
Bukan yang kamu yakin kamu tahu. Bukan yang kamu pikir kamu tahu.
Tapi yang hanya para omnisien yang tahu.
Bagaimana jika semua ini merupakan sebuah permainan?
Paling tidak, dalam skala kecil, seseorang sedang mempermainkan kita.
Seseorang yang hanya sedang bosan dengan kestagnanan pola tingkah laku manusia.
Seseorang yang amat …

Soal Keterbukaan

Gambar
Pic Source: Coniglio
Notifikasi WhatsApp muncul di HP saya. Ternyata, adik perempuan dari ibu saya mengirim pesan. Pesannya tentang dia yang minta dikirimkan foto-foto anaknya (sepupu -sepupu saya) yang mungkin masih saya simpan, karena sebagian besar foto di galerinya terhapus saat ia bersih-bersih storage HP dan memindahkan file-filenya ke PC. Dikiranya folder kosong yang dia hapus itu, tapi ternyata itu folder semacam DCIM, yang berisi foto-foto jepretan kamera HP-nya.

Saya memang punya koleksi foto mereka, si sepupu-sepupu yang usianya masih 2 tahun dan 5 tahun itu. Tapi tetap saja, saya tidak menyimpan foto mereka sebanyak yang dia (pernah) punya. Jadilah, selain saya kirimkan foto-foto yang dijepret dari kamera saya sendiri, saya juga mencarinya di folder WhatsApp, karena saya ingat pernah dikirimi foto-foto mereka melalui itu.

Akhirnya ketemu. Lumayan banyak. Totalnya sekitar 50an.
Beres.

Lalu saya berpikir tentang hal lain.
Tentang "What I can give you depends on what you…

I'm Done

Gambar
Pic Source: Shin Kwang Ho
Honestly I just don't understand the concept.
Some people have kind of privilege to do wrong, to say wrong.
Including to say wrong statements about us, totally wrong ones.
But the funny thing is that we do not have any right to say it is wrong.
We must not correct them, even for telling those statements they made were incorrect.
It is sternly prohibited, by a particular law we officially believe.
A law that runs in our veins, brought by blood from generations to generations.
Again, it is prohibited. We cannot criticize this law or you will be burnt in hell.
And we cannot also criticize 'these zealots', because, I don't know. We just can't.
Or if you insist, everyone would call you a rebel. An obstinate, insubordinate rebel.
Everyone will hate you.
Your friends. Your families. And in the end you will hate yourself.
Fact dies, you fell, and nobody cares about you.
So what's the point of right and wrong?
What's the point of life and d…

Worthless Musings

Gambar
Is it only me?

It feels weird.
Sometimes I don't feel lonely though I was obviously alone.
My mind was full of thoughts clouded over, unbearably loud, I could feel philosophers' soul in my bones.
But at some other times I feel so lonely though I was among millions people around.
Just like now.
A bunch of them are there, around me. But I just don't know what to do, even what to think about.
All things exist are people and this cacophony. This world is messy.
And I think I could not stand another day.

Sometimes it feels empty inside and all people around me say I need to throw my headphones away and  come closer to God, our only God. But perhaps I feel too disappointed by things in my whole life till I don't know what else I should do. You know what I mean, right? What and who disappoint me.

After all, no one can explain to me why this world's so messy.
Or is it me who's messy? No one can decide.
And the most hellish of all is that no one thinks the way I do. Or…

Cara Jitu Belajar Bahasa Inggris Otodidak

Gambar
Hello there! Selamat datang di postingan tentang cara jitu belajar Bahasa Inggris otodidak ini. ^^
Sebelum melanjutkan membaca tulisan ini, ada 1 syarat yang harus teman-teman penuhi: kuatkan niat untuk menguasai Bahasa Inggris. Kenapa? Karena belajar bahasa asing itu butuh tekad baja dan energi ekstra. Jika kalian patah semangat di tengan jalan, merasa sia-sia dan tidak akan berhasil, kalian akan dengan mudahnya menyerah. Nah, salah satu cara menangkal putus asa adalah dengan mengingat kembali apa motivasi kalian untuk belajar Bahasa Inggris. Agar bisa berbincang dengan turis asing kah? Untuk mencapai skor tinggi di TOEFL atau IELTS kah? Ingin melamar beasiswa kah? Ingin studi ke luar negeri kah? Ingin jalan-jalan keliling dunia kah? Apapun itu, ingat, tidak ada yang mustahil. Everything is possible, dan semua itu butuh niat, perjuangan, ketekunan (istiqamah), dan do’a. :D
Mempelajari suatu bahasa ibaratkan perang, yang mana kecil kemungkinan akan berhasil hanya dengan angkat senjata dan…